Pelajaran paling pahit tahun ini:
kita tidak bisa menyelamatkan
orang yang menolak diselamatkan.

Sebesar apa pun cinta,
ia tak akan bekerja
pada hati yang tertutup.

Maka aku belajar melepas
tanpa dendam, tanpa drama.
Bukan karena aku berhenti peduli,
tetapi karena aku akhirnya peduli
pada diriku sendiri.

Perubahan, pada akhirnya,
harus lahir dari dalam—
dan kadang, seseorang bahkan belum tahu
bahwa ia sedang membutuhkannya.

Di titik itu, bentuk cinta yang paling jujur
sering kali hanyalah mendoakan.
Melepas dengan harap yang sunyi,
dan percaya setiap orang
punya waktunya sendiri untuk bertumbuh.


Kalau kamu suka tulisan ini, ada baiknya baca series sebelumnya biar makin gigit.
Tentang batas dan tentang energi.


2 responses to “Ketika Melepas Adalah Bentuk Terindah Cinta: Tentang Merelakan dalam Doa”

  1. Ketika Aku Belajar Berhenti: Tentang Batas, Rindu dan Ruang Bagi Diri – Human Chronicles : A Perspective Avatar

    […] Tulisan ini ada series refleksi akhir tahun. Jangan lupa baca lanjutannya. Tentang energi. Tentang merelakan dalam doa. […]

    Like

  2. Ketika Menjaga Tidak Lagi Tentang Mereka, Tapi Tentang Diri Sendiri – Human Chronicles : A Perspective Avatar

    […] Seri sebelumnya – Tentang batasSeri berikutnya – Tentang merelakan […]

    Like

Leave a reply to Ketika Menjaga Tidak Lagi Tentang Mereka, Tapi Tentang Diri Sendiri – Human Chronicles : A Perspective Cancel reply