Kadang hidup tidak memberi penjelasan.
Ia hanya terus berjalan,
sementara kita tertinggal dengan pertanyaan
yang tidak segera menemukan jawabannya.
Ada masa ketika doa terasa hening.
Bukan ditolak secara kasar,
hanya tidak dijawab.
Dan kita diminta tetap melangkah
meski belum paham ke mana arahnya.
Di fase itu, goyah bukan sesuatu yang dramatis.
Ia hadir pelan—
dalam ragu, dalam lelah,
dalam hari-hari yang dijalani
tanpa keyakinan penuh.
Namun anehnya,
waktu punya caranya sendiri.
Ia tidak selalu memberi kejelasan di tengah jalan,
tetapi sering menghadiahkannya
saat kita menoleh ke belakang.
Baru di sana terasa:
langkah-langkah yang dulu rapuh
tidak hilang begitu saja.
Mereka menyusun arah.
Mereka membentuk ketahanan.
Mereka membawa kita ke titik ini—
perlahan, tanpa sorak,
namun utuh.
Dan melihatnya,
entah bagaimana—
menghangatkan hati.
*P.S.
For the bumpy road you once walked,
and for how you stand stronger today—
thank you for enduring,
and for choosing to grow.
I see you.

