Hai,

Ada beberapa hal dalam hidupku
yang dulu sangat kuidamkan.
Aku memintanya dengan sungguh-sungguh.
Dengan doa, harap, dan keyakinan.

Hari ini, justru aku bersyukur
Allah tidak mengabulkannya.

Entah bagaimana caranya,
penolakan-penolakan itulah
yang membawaku sampai ke titik ini.
Titik yang kini sangat kusyukuri.

Ada masa ketika hidup terasa goyah.
Air mata dan kesepian
menjadi teman sehari-hari.
Aku bertanya-tanya,
kapan semua ini akan berakhir.

Saat itu aku tidak melihat arah apa pun.
Hanya menjalani hari,
sambil bertahan.

Tapi ketika menoleh ke belakang,
aku sadar:
fase-fase yang terasa tidak pasti itulah
yang justru membentukku.

Mungkin hidup memang tidak selalu
dijalani dengan langkah yang mantap.
Kadang kita berjalan sambil oleng.
Dan itu tidak apa-apa.

Karena ternyata,
bukan kestabilan yang paling awal kita pelajari,
melainkan kesediaan untuk tetap berdiri
meski belum sepenuhnya seimbang.


Leave a comment