– The gentle freedom of just being

Pernah ada masanya aku dituduh menggelapkan uang donasi.
Waktu dengar itu, aku sibuk membuktikan bahwa aku bersih.
Sampai suatu titik aku sadar:

yang tidak percaya,
tidak akan tiba-tiba percaya — hanya karena aku menjelaskan.

Pernah juga ada masanya aku dibilang mata duitan.
Dengan segala cara kutunjukkan aku tidak seperti itu.
Dan lagi-lagi aku sadar:

yang menuduh,
tidak akan berubah — meski aku berusaha setengah mati.

Lalu suatu hari, saat pikiranku cukup tenang, aku melihat sekeliling.

Mereka yang percaya—
tidak pernah meminta bukti.
Kepercayaan mereka tumbuh
dari cara mereka melihat hidupku, bukan dari kata-kataku.

Dan mereka yang tidak percaya—
tidak butuh fakta.
Karena keputusan mereka bukan tentang kebenaran,
tapi tentang prasangka yang mereka pilih untuk dipelihara.

Sekarang, aku tidak lagi mencoba membuktikan apa pun pada siapa pun.

Aku hanya… hidup.
Dengan tenang.
Dengan apa adanya aku.
Dikelilingi orang-orang yang memilih percaya.
Dan membiarkan mereka yang meragukan… menemukan jalannya sendiri.

Aku kehilangan beberapa orang yang dulu kusebut teman.
Tapi aku menemukan sesuatu yang lebih penting:

ketenangan.
dan diriku sendiri.

Just be.
You don’t have to prove anything
to anyone.

Yang percaya tidak butuh bukti.
Yang meragukan tidak akan yakin—meski bukti diberi.

Pada akhirnya,
hidup bukan tentang membuktikan apa-apa.

Tapi tentang menjadi siapa yang kau mau…

— fannyherdina 👌
Where honesty finally breathes


Leave a comment