Saya tim yang nggak masalah sama ordal.
Dicariin kerja sama ayahnya?
Gpp.
Kalau memang cocok. Kalau memang kompeten.
Namanya networking kan begitu. Sah.

Tapi beda ya sama skenario begini:

“Eh gw lagi nyari marketing manager nih!”
Anak guwe sekarang kerja jadi operator pabrik. Kali cocok.
Pasti cocok lah, udah hajar aja!”

Yang begitu mah bukan networking, itu nekatworking.
Yang begitu jangan ya dek ya…

Coba bandingkan dengan skenario ini:

“Eh gw lagi nyari marketing manager nih!”
“Anak gue kayaknya sekarang juga di marketing. Ntar kuminta kirim CV ya, siapa tahu cocok.”
“Siap, ditunggu CV-nya.”

Nah ini baru networking.
Boleh. Sah. Elegan.

Gpp pakai orang dalam,
yang penting tetap ikutin SOP, ikut prosesnya, ikut seleksinya.
Info orang dalam itu bagian dari rejeki.
Ikut SOP itu bagian dari tidak merampas hak orang lain.

Kadang orang lupa…
orang dalam itu wajar,
yang haram itu “pokoknya masuk.”

Ada beda tipis antara “dibukakan pintu”
dan “nerobos pagar sambil dorong satpam.” 🤭


Leave a comment